Ini Malamku

dandelion notes

12600_400_large

Ini malamku. Kala sunyi membangunkan luka tak tentu arah. Menghantam bertubi tanpa jeda. Ketika hitam tidaklah lebih dari kelam sementara perih meraung diantara air mata. Mungkin di belahan lain kamu terdiam, menyaksikan halaman sarat aksara. Entah apa. Mungkin milikku yang terjatuh berceceran atau milikmu yang mengukirnya penuh kearifan.

Mengungkap bahagia yang tak berupa. Menggariskan kepedihan yang menggila.
Tatkala perpisahan tertulis setajam belati, menggerus nadi hingga mati.

Ini malamku. Menyerah diri pada sesak yang merayu. Mungkin di halaman itu kamu tak lagi menemukan aku, bercerita kenangan lalu. Mungkin kamu harus menutupnya rapat-rapat, atau memilih meghitung detak yang berkejaran hingga fajar mendaki atap. Sebab halaman yang kau simak telah sekarat, oleh sepi dan kesedihan yang pekat.

Biarlah hening yang merayap tak mengenal lelah, tersimpan dalam halaman yang berbeda.
Menendang ingatan. Menguburnya dalam-dalam.

Ini malamku. Mungkin begitulah malammu.

View original post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s