Agonia

Words of 'Poetica'

by

Teguh Puja

.

Aku tak ingin berkedip hingga tiga puluh detik pertama, menanti keberanian memuncak memenuhi dadaku. Setelahnya menutup masing-masing kelopak mata perlahan, masih menanti ketakutan ini hilang. Dalam diam, di tengah gejolak perasaan yang menderu-deru dan mencoba keluar dari dalam dada. Aku mulai segera mengerti bagaimana rasanya berada di tengah palung menuju alam bawah sadar. Aku dapat mencium aroma kehidupan yang sebentar lagi akan segera memudar. Aku akan segera memudar, hilang, menyatu bersama angin malam.

Nyeri di sendi-sendi tubuh tak lagi aku pikirkan, sebentar lagi nyeri dan kepahitan yang ada di dalamnya akan segera lenyap. Meski aku tak tahu di bibir pintu mana nanti aku akan diantarkan oleh sang malaikat penjaga, entah surga atau neraka yang akan menjadi terminal pemberhentian terakhirku, aku tak tahu dan juga tak ingin menerka-nerka. Tak ingin menjadi orang fasik yang menghitung-hitung pahala tanpa berpikir mengenai dosa yang telah dilakukan, tak mau juga mengakui…

View original post 818 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s