[Surat Cinta #10] Dari Bangku Taman untuk Senja

Kata-Kata Dicta

Kuucapkan terima kasih pada mereka yang meletakkanku di sini, tempat yang sangat strategis di depan kolam kecil yang dijadikan rumah oleh beberapa angsa dan langsung mengarah ke barat—tempat persemayamanmu yang mulia. Entah sejak kapan aku mulai memujamu, Senja, mungkin sejak pertama kali aku ada di sini dan melihatmu perlahan-lahan muncul dan menghilang dengan begitu elegan. Menyisahkan kehangatan di hatiku tiap kali prosesi itu berlangsung.

Oh, jawablah Senja, kenpa kau datang begitu lambat dan pergi begitu cepat?

Aku selalu berbisik, andai saja langit berwarna jingga sepanjang hari. Maka, dari pagi sampai malam, aku bisa bersamamu dan mengagumimu tanpa lelah. Aku tahu, ini harapan yang mustahil, karena kau hanyalah sekat kecil antara siang dan malam. Tapi ketahuilah, Senja, kalau harapan ini tidak hanya aku yang memilikinya, tapi juga lelaki bergitar itu.

Ia selalu datang bersama seorang gadis ke tempat ini dan duduk di atasku saat kamu baru seberkas cahaya. Sembari menantimu, ia…

View original post 295 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s