[Surat Cinta #11] Dari Angin Malam untuk Abu Rokok

Kata-Kata Dicta

images (2)

Kasihku,

Jangan pernah berpikir, kalau kehadiranmu hanyalah sebagai sepah semesta yang hanya ada untuk terbuang di pelipir jalan lalu hilang ditelan malam. Jangan pernah berpikir, kalau kumparan putih-hitam tubuhmu hanyalah lambang dari lara dunia yang tak semestinya ada. Sekali lagi, Kasihku, tolong jangan pernah berpikir kalau kamu tidak berharga karena pada kenyataannya masih ada yang akan memujamu penuh seluruh, yaitu…

Aku.

Aku yang selalu menikmati aroma tembakau bercampur remah biji kopi pada tubuhmu, aku yang setiap malam setia menemanimu kala jemari itu mencocol tubuhmu pada pagar beranda flat murahan itu, aku yang akan setia mengingatkanmu untuk terus percaya bahwa apa pun yang ada di dunia ini itu berharga, termasuk dirimu.

Kasihku,

Malam ini kumelihat putung-putung Marlboro-mu begitu banyak disulut dan kau pun berceceran ke mana-mana lebih dari biasanya. Hatiku prihatin pada pria yang menyesap asap candumu kuat-kuat, sedikit bertanya-tanya apa yang membuatnya terlihat begitu depresi malam ini, karena matanya terlihat…

View original post 346 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s