[Surat Cinta #24] Dari Spasi untuk Titik

Kata-Kata Dicta

Aku hanyalah ruang kosong di antara kata sementara kamu adalah akhir dari segalanya. Sejenak kita tampak sama di dalam semesta kata-kata, tapi pada kenyataannya kita tak pernah bisa bersama. Karena ketika kamu muncul, aku selalu diabaikan olehmu. Bagimu, aku hanyalah ruang kosong hampa udara yang tak pernah bisa menggapaimu.

Dalam kisah balada cinta tentang gadis nyentrik berpakaian aneh, pria beraroma tubuh serupa kopi-tembakau, serta lelaki dengan nada tersampir di bahunya ini. Plot cerita belum menemui akhir, tapi sang empunya kata-kata belum jua menemukan cara untuk membuat potongan puzzle yang ia buat rapi membentuk kisah sempurna yang indah.

Jadi, ia pun hanya meracau dengan menulis surat tentang kita. Untuk mengisi ruang kosong di antara katanya dengan kegalauan tentang spasi dalam tulisan.

Benarkah aku hanyalah ruang kosong yang tak berguna?

Benarkah aku tak ubahnya udara ketika kamu mengakhiri segalanya?

Bisakah aku berarti bagimu?

Aku mulai depresi. Menjadi sesuatu yang tak terlihat bukan…

View original post 146 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s