Shiawase

Kata-Kata Dicta

pink-rose-flower-red-ribbon-flowers

Roppongi bukan tempat bagi bangunan sederhana seperti  Happy Petals—toko bunga satu-satunya di distrik itu. Sudah nyaris satu dekade ruko dua lantai itu tidak dipugar oleh pemiliknya, entah karena ketiadaan dana atau memang sengaja ingin menonjolkan sisi tua yang unik di antara bangunan beton. Namun, bagi Yukimura Kou sendiri, ia tidak begitu peduli dengan perkara itu.

Kling! Klang!

Irasshaimase[1]!

Tepat jam dua belas siang, pria dandy itu melewati pintu kaca Happy Petals yang sudah ia hindari selama delapan tahun. Toko ini terasa lengang lantaran dua pegawai yang biasanya melayani pergi makan siang. Hanya ada seorang wanita berambut panjang sepunggung yang duduk manis di balik meja kasir. Ia tersenyum begitu ramah, tapi matanya kosong seperti tak tahu ke mana senyum itu ditujukan.

“Anda mencari bunga apa?” wanita itu bertanya tanpa bergerak dari tempatnya. Kou hanya tersenyum, lupa kalau wanita itu tak dapat melihatnya.

“Namaku Koizumi Haruka, pemilik toko…

View original post 800 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s