Ibuku Membenciku

dandelion notes

image

Ibuku tidak banyak bicara. Aku dapat menghitungnya dengan sepuluh jariku, berapa kata yang diucapkan ibuku setiap hari. Ibuku hanya membangunkanku setiap pagi dengan memanggil namaku, dan mengajakku sarapan hanya dengan dua atau tiga patah kata. Setelah itu, beliau tidak akan berbicara apapun sampai saatnya ia berangkat kerja, dan pulang setelah aku terlelap. Jika aku belum tertidur —mungkin waktu itu aku berniat menunggunya— dan melihat ibuku sudah pulang, beliau hanya bertanya mengapa aku belum tidur. Ibu tak menunggu jawaban, alih-alih beliau langsung memasuki kamarnya tanpa keluar hingga esok menjelang.

Ibuku mungkin membenciku.

View original post 968 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s